Ustad Ahmad Deski, Ketua STAIDA Payakumbuh

Belajar dari Kakek, Prihatin Lihat Remaja 

Di tengah kesibukannya sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Al Quran (STAIDA) Kota Payakumbuh, Ustad Ahmad Deski SSI MA, tetap aktif berdakwah pada sejumlah masjid di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.

Kepada Padang Ekspres, Selasa siang (30/6), Ahmad Deski yang lahir di Jorong Subarangparik, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, 19 Mei 1982, mengaku, sudah mengenal dunia dakwah sejak duduk di bangku MAN 2 Payakumbuh.

“Saya sudah belajar naik mimbar, memberi ceramah dan khotbah jumat, sejak duduk di kelas satu MAN 2 Payakumbuh,” kata putra sulung pasangan suami-istri Ali Amran Dt Mantari Urang dan Nurniati ini.

Ustad Deski menyebutkan, ia pertama kali belajar menjadi khatib shalat Jumat dari kakek kandungnya alm Backhtiar Angku Sutan. “Kebetulan, kakek saya itu mendapat amanah sebagai Angku Khatib di Jorong Subarangparik. Beliaulah yang mengajari saya, setiap akhir pekan dan waktu libur sekolah,” kenangnya.

Setelah “ditempa” sang kakek, Ahmad Deski pun, semakin percaya diri untuk tampil di atas mimbar. Sampai kini, alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini masih tetap rajin berceramah. Khusus di bulan Ramadhan, ia berusaha memenuhi undangan pengurus masjid dan mushala.

“Kita berharap para mubalig dan dai, jangan sampai ada yang memilih-milih tempat ketika diundang oleh pengurus masjid dan mushala. Sehingga seluruh lapisan masyarakat sampai ke pelosok, bisa mendapatkan pemahaman ilmu agama secara baik,” ujar Ustad Deski.

Dalam obrolan dengan Padang Ekspres, suami Sri Rahmadani, sekaligus ayah M Rasyid Al-Hafiz dan Haniyah Mumtazah ini, mengaku sangat prihatin atas kondisi remaja Islam saat ini. Baik mereka yang sekolah pada tingkat SLTP, SLTA, dan perguruan tinggi, maupun yang sudah tidak sekolah lagi.

“Kita sangat prihatin terhadap merosotnya akhlak remaja Islam. Mulai dari pergaulan muda-mudi yang sudah melampaui batas, sampai terjerumus pada persoalan narkoba. Pemerintah dan ulama serta seluruh elemen masyarakat, perlu bersinergi menyelamatkan generasi muda saat ini,” ujar Ustad Deski.

Bicara soal suka dukanya dalam berdakwah. Ustad Deski yang alumni pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang menuturkan, pernah dalam suatu ceramah Ramadhan, sepeda motor yang ia gunakan mendadak mengalami bocor ban.

“Ramadhan beberapa tahun yang lalu, ban sepeda motor saya bocor usai memberi cemarah. Cuaca juga kurang bersahabat karena gerimis. Alhamdulillah tidak jauh dari tempat kejadian, saya melihat ada tukang tempel benen yang masih buka. Saya yakin, itu merupakan pertolongan Allah,” kata Ustad Deski. (*

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*