Milad STAIDA

Payakumbuh – Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh, peringati hari kelahirannya atau Milad, dalam acara di kampus STAIDA di Kotopanjang Padang, Kecamatan Latina, Senin (10/12). Sederhana, tapi gelar acara Milad itu cukup bermakna untuk peningkatan perguruan tinggi yang berdiri 2November 2010.

Wakil Walikota Payakumbuh H. Suwandel Muchtar yang menghadiri Milad itu, dalam sambutannya, mengajak keterlibatan warga kota dalam membesarkan STAIDA ke depan. Perguruan Islam ini, harus dibesarkan oleh umat Islam sendiri, karena mempelajari Ilmu Alqur’an, sama dengan mempelajari segala ilmu lainnya.

Harapan pemko dan publik terhadap STAIDA ini, sebut wawako cukup tinggi, yaitu menjadikan kampus STAIDA sebagai kampus yang melahirkan ulama- ulama hebat di tingkat nasional. Upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan merupakan pilar strategis sesuai dengan visi kota ini mewujudkan Payakumbuh sebagai kota yang maju, sejahtera dan religious, pro rakyat, berbasiskan ilmu pengetahuan berlandaskan kepada adat basandi syara, syarak basandi kitabullah.

Dengan berdirinya STAIDA kita ciptakan generasi muda yang gemar menghafal Alqur’an. Sejalan dengan hal itu, dalam rangkaian HUT Kota Payakumbuh ke 42, pemko akan mencanangkan program Payakumbuh menghafal Alquran, 20 Desember mendatang. Wakil Walikota mengajak semua manajemen STAIDA serta mahasiswa ikut berperan aktiv dalam mensukseskan program tersebut sekaligus ajang sosialisasi bagi STAIDA di tengah masyarakat.

Acara tersebut juga dihadiri ketua Yayasan Mahmuda Rivai, Ketua STAIDA Fahrul Husni, Kabag Kesra Mai Aidil, camat Latina Donny Prayudha, SIP, para dosen arakat setempat.

Perkembangan kampus STAIDA, dilaporkan, belum begitu signifikan, dikarenakan fasilitas, sarana dan prasarana yang kurang memadai. Namun para pendiri STAIDA optimis, melalui kerja keras akan mampu mengembalikan kota Payakumbuh dan 50 kota sebagai gudangnya ilmu Alquran dan bahasa arab,

Ketua STAIDA Fahrul, mengatakan, STAIDA baru mempunyai 3 ruang belajar, perpustakaan yang masih menompang pada ruang belajar dan 1 ruang kantor para dosen dan karyawan Staida, dan sarana perkuliahan yang masih belum memadai, kampus staida pernah mendapatkan bantuan internet dari dinas pendidikan kota payakumbuh namun fasilitas tersebut hanya sebentar dapat dinikmati karena keadaan jaringan yang kurang potensial,

Kurangnya sosialisasi kampus STAIDA, diharapkan mampu menjadi perhatian pemko, bersama-sama mempublikasikan perguruan tinggi ini kepada public. Sebelum peringatan Milad, dalam rangkaian HUT STAIDA ke-2, diadakan lomba MTQ antar pelajar SLTA se-Kota Payakumbuh

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*