STAIDA Payakumbuh Bertekad Lahirkan Wirausaha yang Qurani

Diawali dengan pembacaan wahyu Ilahi dan pembacaan doa, hari ini Sabtu (17/02/2018) berlanigsung perkuliahan umum yang bertempat di Kampus II STAIDA Payakumbuh (eks. SMAN 5 Payakumbuh) Kelurahan Limbukan Kec Payakumbuh Selatan.

Bertindak sebagai keynote speaker Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz yang sudah terbiasa bergelut di bidang dunia usaha, khususnya packeging. Kuliah umum ini juga dihadiri Ketua DPRD, YB Dt Parmato Alam, Kepala kankemenag diwakili Kasi Pendmad, Darius, Ketua Baznas Kab 50 Kota, Desembreri Chaniago, Lurah Limbukan, Pengurus Yayasan Darul Qur’an, Ketua STAIDA bersama Civitas STAIDA Payakumbuh dan mahasiswa.

Sebelumnya Ketua Yayasan Darul Qur’an, Hasan Basri SY, S.Pd dalam laporannya menyebutkan bahwa selama ini kampus Staida masih numpang

” Lokasi ini adalah adalah kampus baru STAIDA Payakumbuh, kampus I terletak di Kelurahan Koto Panjang Dalam, Kec. Latina. STAIDA Payakumbuh lahir dari rahim Pemko Payakumbuh, yang spesifikasinya ilmu al qur’an. Namun beberapa tahun ini mengalami kemunduran. Saya sebagai mantan pendidik merasa terpanggil, dan saya siap pimpinan, karena ini adalah ladang amal. dan mohon dukungan bersama pemko Payakumbuh. Walau status yang disandang STAIDA saat ini SUDAH TERAKREDITASI, namun kita masih minim dari sarpras. Karena STAIDA Payakumbuh belum punya gedung milik sendiri. Apalagi dalam waktu dekat, kita berencana akan buka jurusan ekonomi islam. Mari kita bangun STAIDA Payakumbuh dengan kepedulian eksekutif, legislatif dan masyarakat,” lapor Hasan Basri SY, mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Payakumbuh, YB Dt Parmato Alam dalam sambutannya sampaikan bahwa STAIDA Payakumbuh dirintis sejak Josrizal Zain, dan kita sudah salurkan dana hibah Rp. 500  juta.

” Kita harapkan pemko Payakumbuh agar mendukung geraknya 2 sekolah tinggi kita. Salah satunya STAIDA Payakumbuh, sekolah tinggi al quran satu satunya di Payakumbuh. Saat ini kondisi Payakumbuh sudah dimasuki banyak tantangan, untuk itu kita harus rapatkan barisan, salah satunya di dunia pendidikan. Pendidikan Payakumbuh sangat diminati bahkan keluar Sumatera seperti dari Jawa Tengah. Terkait hibah mari kita pertimbangankan dan dudukkan bersama termasuk keberadaan siswa SD LB yang saat ini masih di lokasi ini,” sambutan singkat YB Dt Parmato Alam.

Bertindak sebagai Keynote Speaker Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz sapa hormat mantan Walikota Payakumbuh, H. Fahmi Rasyad sebagai mahasiswa tertua dan melanjutkan paparan materinya yang berjudul “membentuk jiwa wirausaha yang qurani”.

Erwin Yunaz ahli packaging dalam memotivasi kepada civitas dan mahasiswa STAIDA Payakumbuh sampaikan dalam menjadi sebuah wirausaha adalah dalam menjalankan sebuah program.

“Dalam menjalankan sebuah program usaha kita dituntut memiliki sebuah konsep matang. Konsep yang dijalankan penuh ulet dan tidak pantang menyerah. Jalinlah Komunikasi yang baik dengan semua unsur dengan tidak menghilangkan pangsa pasar yang menjadi kebutuhan umat. Lahirkan konsep dan inovasi, walaupun di STAIDA Payakumbuh tidak ada jurusan wirausaha. Namun Rasulullah telah mengajarkan umat tata cara berniaga, bahwa untuk menjadi seorang wirausaha mesti berpondasi al quran. Bahkan Rasulullah mengajarkan kita untuk mencontoh dan belajar dengan pola non muslim, seperti China. Kami atas nama pemerintah sangat mengapresiasi, STAIDA Payakumbuh siap lahirkan wirausaha yang berpondasi al quran, terbukti dengan perkuliahan umum yang diselenggarakan saat ini. Secara pribadi, kami siap membantu berbagi pengalaman,” Erwin Yunaz motivasi.

“Bagaimana kita tidak menjadi tamu di negeri kita sendiri ?. Kekuatan umat sangat berpengaruh pada pasar, dua hal ini sangat berpadu. Kekuatan itu bisa kita lahirkan di Payakumbuh. Untuk menjadi seorang wirausaha sukses, khususnya untuk Kota Payakumbuh kita harus memulainya dengan niat ikhlas lillahi ta’ala, bagaimana usaha yang kita jalankan nantinya bisa mendatangkan manfaat bagi kita dan orang banyak. Seorang pengusaha mesti lincah membaca peluang. Dengan perencanaan matang dan kesabaran, karena untuk berubah butuh waktu dan proses. Dalam usaha, kita mesti punya spesifikasi yang bisa kita tonjolkan. Jalin jaringan dan kemitraan yang mampu mendukung produk kita, dan dapat dipercayai,” pungkas Erwin Yunaz.

Menurut Ketua STAIDA Payakumbuh, Ahmad Deski, Kuliah umum semester genap siang ini dihadiri sekitar 56 orang mahasiswa baru yang telah memiliki NIM. Saat ini STAIDA Payakumbuh memiliki sebanyak 92 mahasiswa dan sedang menyusun skripsi sebanyak 12 orang untuk tahap penyelesaian perkuliahan.

” Kita mesti mengambil contoh semangat belajar dan menuntut ilmunya Mantan Walikota Payakumbuh, Bapak Fahmi Rasyad. Beliau adalah mahasiswa tertua disini. Semboyan menuntut ilmu sampai ke liang lahat itu sangat beliau pakaikan, dan kami berharap para pemuda juga meniru semangat bapak Fahmi Rasyad. Semua kendala pasti ada jalan. Intinya kita terus berupaya dan berusaha, STAIDA Payakumbuh siap tumbuh bersama dengan dukungan warga kota. Kita tidak akan patah arang dan akan terus memperjuangkan sekolah tinggi yang spesifik al qur’an dan satu-satunya di Luak Limopuluah,” tukuk Ahmad Deski.

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>