Sejarah Singkat

Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh Sumatera Barat berdiri berdasarkan SK Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama RI Nomor Dj. I/373/2010 tentang Persetujuan Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Qur’an Payakumbuh,  Yayasan Darul Furqon Payakumbuh. Kemudian dalam sebuah acara yang cukup meriah tanggal 2 November 2010 telah diresmikan operasionalnya oleh Gubernur Sumatera Barat (Prof. Dr. Irwan Prayitno) yang juga dihadiri oleh Kakanwil Kementerian Agama Propinsi Sumatera Barat dan Kopertais Wilayah VI Sumatera Barat.

Berdirinya STAIDA Payakumbuh berawal dari sebuah ide yang dicetuskan oleh Bapak Wali Kota Payakumbuh (H. Josrizal Zain) yang beliau utarakan kepada seorang tokoh al-Qur’an yang pernah menjadi qori Internasional yaitu Dr. H. Syar’i bin Sumin, MA pada sebuah acara di pendopo kediaman wali kota. Hal ini sekaligus juga menjadi bukti nyata komitmen pemerintah kota untuk mewujudkan masyarakan yang beriman dan betaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui pendidikan, terutama Pendidikan Tinggi.

Tingginya minat tamatan SLTA se derajat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi Agama, semakin memantapkan tekad para pendidiri, bahkan sebagian dari tamatan tamat SLTA/Aliyah itu yang ingin mendalami bidang ilmu al-Qur’an, sering terbentur dengan belum adanya institusi yang bisa menyalurkan keinginan tersebut di daerahnya sehingga harus pergi ke luar daerah yang tentu saja membutuhkan biaya yang relatif besar. Daya tampung Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Sumatera Barat untuk jenjang S.1 juga masih sangat terbatas. Hanya 22,8% dari lulusan SLTA atau ada sekitar 8.962 orang yang tidak tertampung. Secara kuantitatif jumlah yang tidak tertampung oleh PTN/PTS baik agama maupun umum di Sumatera Barat mencapai 26.969 orang pada tahun ajaran 2008/2009.

Untuk persiapan berdirinya STAIDA Payakumbuh telah dibentuk sebuah kepanitian melalui SK Walikota Payakumbuh Nomor: 450.01/147/WK-PYK/2009 tentang Pembentukan Panitia Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Kota Payakumbuh tertanggal; 5 Februari 2009 serta keluarnya Akta Notaris Suhairiadi, SH  tanggal 25 Maret 2009 tentang berdirinya Yayasan Darul Furqon Kota Payakumbuh sebagai lembaga pengayom perguruan tinggi ini.

Dukungan berdirinya STAIDA juga datang dari berbagai organisasi kemasyarakatan yang ada, seperti MUI, LPTQ, LKAAM, Bundo Kanduang dan lain-lain. Selanjutnya, Kota Payakumbuh murupakan daerah perlintasan dan pintu masuk menuju Propinsi Riau. Payakumbuh juga memiliki kondisi alam yang sangat Strategis bagi keberlangsungan pendidikan. Hawanya sejuk, relatif aman dari ancaman musibah banjir, Tanah longsor, gempa bumi, sunami dan sebagainya. Harga-harga terjangkau, sembako mudah didapat dan sebagainya.